Shaloom...

Shaloom...

Flexible Home Layout

Tabs

Main menu section

Sub menu section

Break

Page

“Pemuda itu bukan next generation tapi pemuda itu now generation” (Pdt. Rena Sesaria Yudita)

Seoarang wanita berparas cantik biasa dipanggil Bu Rere adalah seorang Pendeta GKJW yang saat ini sedang tidak pegang jemaat karena diutus untuk menjadi dosen di Fakultas Theologi UKDW (Universitas Kristen Duta Wacana) kota Yogyakarta. “Road Service itu adalah sebuah kesempatan yang luar biasa bagi saya sebagai seorang pendeta GKJW yang jauh dari wilayah pelayanan GKJW. Kesempatan untuk memberi diri, kesempatan untuk mempersembahkan apa yang saya punya buat GKJW. Terkadang karena tidak ada di wilayah pelayanan GKJW, tidak pernah melayani di GKJW, ada sebuah kerinduan bagi saya untuk memberikan apa yang saya punya untuk GKJW”, paparnya.
Road Service untuk pemuda seharusnya dapat menunjukkan dan memberikan sisi lain dari GKJW kepada para pemuda bahwa, “GKJW bisa asik lho, nggak monoton, nggak yang nggak boleh begini dan begitu, GKJW juga punya sisi lain bahwa ada pendeta-pendeta GKJW yang juga asik lho, nggak cuma pendeta yang lain. Dengan jargon “Omah Gentheng Saponono, Abot Entheng Lakonono” menunjukkan bahwa GKJW itu “rumah”. Memang bukan  rumah terakhir, rumah itu bukan tujuan, tapi bahwa kita dipanggil, kita dibesarkan di rumah ini. Hal itu yang harus dipahami oleh pemuda GKJW. “Dadi gak mek takon aku dapat apa? Tapi apa yang bisa aku berikan,” terang ibu dua anak ini.
Peran pihak gereja terhadap pemuda saat ini. “Agak sulit karna saya bukan pendeta jemaat sebenarnya,” jelasnya. Pengalaman sedikit beliau, “kalau bahasanya anak gaul sekarang itu hubungan gereja dan pemuda itu ngeri-ngeri  sedap. Kenapa? Karena  gereja ingin pemudanya aktif tapi kadang-kadang disaat yang sama juga lupa untuk memberikan ruang, memberikan fasilitas yang cukup. Itu yang sedikit menyedihkan sebenarnya, sebaliknya pemudanya  ingin melakukan sesuatu tapi merasa ah bukan tempatku disini dan segera memutuskan untuk pergi ke tempat yang lain sehingga melupakan rumahnya. Ini bisa dibilang hubungan pasang surut antara gereja dan pemuda, karena itu ada Road Service ini untuk menjembatani jurang itu atau permasalahan tersebut.
Menanggapi era reformasi dan sosmed sebagai pemuda Kristen GKJW, yang pertama tentu pemuda sekarang harus kritis, apapun bidang ilmu yang dipelajarinya. Dengan contoh sosmed adalah sesuatu yang di satu sisi bisa memberikan kontribusi positif sekali seperti contohnya “Road Service ini gimana gaungnya luar biasa karena kita punya M1-Media yang sangat prigel sekali untuk bicara tentang medsos” Tapi di sisi yang lain betapa banyak juga headspeech itu disebarkan di medsos. “Jadi pemuda Kristen harus kritis karna harus bisa menyaring, harus bisa menyikapi dengan bijak apa yang dia baca dan dia share, tweet atau re-tweet.
Pesan dan harapan untuk pemuda melalui Road Service ini seperti yang digaung-gaungkan selalu, “kamu itu bukan next generation tapi kamu itu now generation”. Generasi sekarang harus mengambil sikap sekarang , yang harus bertindak sekarang bukan nanti. Sehingga pemuda GKJW punya spiritualitas bahwa ini rumahnya, ini tempatnya dipanggil. “Itu bukan karena kebetulan lho kamu disini, saya jadi pendeta, kamu jadi pemuda, tapi Tuhan memang memilih kita untuk ada di rumah ini untuk membesarkan kita dan juga untuk bertanggungjawab untuk menjadikan rumah kita jadi berkat untuk orang lain”, terang ibu yang katanya hobby menyanyi dan berkotbah (of course she is Reverent). (Ce)

Share on Google Plus

About M1_media

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Komen
    Facebook Komen

0 komentar:

Posting Komentar

resep donat empuk ala dunkin donut resep kue cubit coklat enak dan sederhana resep donat kentang empuk lembut dan enak resep es krim goreng coklat kriuk mudah dan sederhana resep es krim coklat lembut resep bolu karamel panggang sarang semut